Eliana, Eliana Indonesia, 2002 sutradara Riri Riza produksi I Sinema + Prima Entertainment + Miles Films diluncurkan di gedungdua8 03 juni 2002 jam 13:00 - 17:30 galeriManca + teaterMatahari | I Sinema I-Sinema adalah sebuah kelompok, sebuah gerakan, yang terdiri dari 13 filmmaker muda. Gerakan ini terbentuk karena kekecewaan mereka terhadap stagnan-nya industri film Indonesia. walaupun mereka datang latar belakang yang berbeda-beda, tapi mereka memiliki impian yang sama: menghidupkan kembali film Indonesia. dengan adanya I Sinema, mereka telah berkomitmen untuk masing-masing memproduksi dan menyutradarai film mereka secara independen. tujuan I Sinema adalah eksplorasi terhadap medium film itu sendiri. tujuan inilah yang membuat gerakan ini sangat terbuka terhadap berbagai macam jenis film, dan bahkan terhadap genre dan struktur film yang belum pernah ada sebelumnya. I Sinema juga terbuka terhadap segala bentuk cerita dan tema. melalui gerakan ini, diharapkan penonton Indonesia bisa menonton film yang berbeda. film yang merupakan petualangan tersendiri untuk menontonnya. film yang dapat menjadi pilihan yang lain sendiri dari sekian banyak film lainnya yang ada di bioskop. dan di atas semuanya, harapan I Sinema adalah film-film karya mereka dapat menumbuhkan perhatian dan rasa sayang kepada film Indonesia. |  | pemain Rachel Maryam Sayidina Marcella Zalianty Henidar Amroe Arswendy Nasution Jajang C. Noer
| kru Riri Reza >> ide cerita + produser + sutradara Yadi Sugandi >> sinematografi Thoersi Argeswara >> penata musik Adrianto Sinaga >> penata artistik Sastha Sunu >> editor Satrio Budiono + Adityawan Susanto >> penata suara B. Toto Prasetyanto >> produser pelaksana MIra Lesmana >> co-produser Prima Rusdi + Riri Riza >> skenario | sinopsis Eliana, Eliana bercerita tentang perjalanan selama satu malam yang harus dilalui oleh Eliana (Rachel Maryam) dan Bunda (Jajang C. Noer). lima tahun sebelumnya, Eliana melarikan diri dari rumahnya untuk tinggal di Jakarta. dan pada satu hari di mana ia kehilangan pekerjaannya dan diancam oleh pemilik rumah kontrakannya, Bunda datang dengan membawa dua buah tiket pesawat pertama untuk mengajak Eliana pulang ke Padang. untuk membuktikan kemandiriannya, Eliana berkeliling dalam sebuah taksi carteran, untuk mencari kawan serumahnya, Heni (Henidar Amroe). Bunda pun terseret ikut serta. Perjalanan satu malam ini mengungkapkan banyak hal tentang ibu dan anak tunggalnya, masa lalu mereka, hubungan di antara mereka saat ini, dan seperti apakah mereka nanti di masa datang. | kata sutradara "melawan nature produksi film, sesekali saya ingin mencari ruang eksplorasi yang total dan lebih individualistis," ucap Riri Riza. "Eliana, Eliana bagi saya adalah itu. Film ini adalah bagian dari sebuah manifesto pembebasan sinema dari 13 pembuat film muda Indonesia yang kami sebut I Sinema - Eliana adalah ruang kerja dimana saya mencoba percaya sepenuhnya pada intuisi kreatif saya, dan melepaskan diri dari risiko komersial yang terlalu besar. "dalam memproduksi film ini, pilihan format digital, dan skema produksi berbiaya rendah seolah terus melakukan diskusi yang akan melahirkan film dengan kualitas artistik tertentu. film ini memberi saya ruang pencarian hampir tanpa batas, mulai saat mengembangkan skenario hingga penyelesaian editing. "Eliana dan Bunda adalah dua individu dari dua generasi yang mempresentasikan kompleksitas manusia Indonesia hari ini. mereka adalah bagian masyarakat yang sudah terbiasa hidup dalam krisis dan keringkihannya masing-masing. manusia yang penuh dinamika dan akan membawa kita ke dalam ruang-ruang urban sinematik masa kini. "film ini lebih menjadi sebuah statement tentang keringkihan manusia," lanjutnya, "dan saya tidak pernah berpikir bahwa film ini akan menjadi statement tentang persoalan perempuan, atau persoalan tentang generasi tua dengan generasi muda. karena bagi saya film ini bercerita tentang manusia biasa, yang diceritakan dengan cara yang tidak biasa." |
|