tukartayang film antar kolektor-film pribadi, terbuka untuk umum. home-movie collectors share their private collections of vintage movies in open, friendly gatherings.

 

 

synopsis

::kineDUA8
ruang tukar-tayang film antar kolektor-film pribadi

karya-karya fourcoloursfilms
contact person >> rah aji surya
panembahan PB II/117 jogjakarta
tel >> +62 274 417006
mobile >> +62-8164267124
contact person >> narina saraswati
mobile >> +62-8157917083
fourcolours2001@yahoo.com
www. fourcoloursfilms. com


galeri-Manca - gedungDUA8
terbuka untuk umum | open for public
masuk gratis | free admission

17april2004

15:00-15:45 "Di Antara Masa Lalu dan Sekarang"


Indonesia/2001/drama/12mins
sutradara >> Eddie Cahyono
ide cerita >> Eddie Cahyono
cerita >> Eddie Cahyono


pemain

Muhamad Fendi Riyadi, Doni Kus Indarto, Lilik, anak-anak TK Sembungan, C. John The Cat
pemutaran perdana
- FFVII ke 3 pada tahun 2002 di Jakarta
- pemutaran keliling di 5 kota dalam rangka GiVAW, Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Purwokerto.
penghargaan
- Konfiden Award, kategori film favorit pilihan penonton pada FFVII (Festival Film Video Independen Indonesia) ke-3, tahun 2001, di Jakarta.
- SET Award, kategori film cerita terbaik pada FFVII (Festival Film Video Independen Indonesia) ke-3, tahun 2001, di Jakarta.
- Aktor terbaik, pada FFII (Festival Film Independen Indonesia) tahun 2002, di Surabaya.
- Film pilihan mewakili Indonesia pada GiVAW (German-Indonesian Film Award Winner 2003), tahun 2003, di Jakarta.
- Film undangan untuk acara “Focussing on Indonesia” pada Tampere International Film Festival, tahun 2002, di Finlandia.
- Film undangan di Moncetaini International Film Festival, tahun 2002, di Italia.
- Film undangan di Indonesia Film Festival, tahun 2002, di Melbourne Australia.
- Film pilihan mewakili Indonesia pilihan Konfiden, untuk mengikuti Festival Film Independen International Oberhousen, Mei 2002, di Jerman.
- Film pilihan untuk mewakili Indonesia dalam International Short Film Festival, di Hamburg, Jerman, 2003.
- Film undangan untuk acara Pemutaran dan Apresiasi Film Independen yang diselenggarakan oleh Komunitas Film GAVA, Universitas Atma Jaya Jogjakarta, September 2001, di Jogjakarta.
- Nominasi Asia Short Film Contest dalam sesi film pendek pada Jakarta International Film Festival (JIFFEST) ke-3, tahun 2001, di Jakarta.
- Film undangan untuk acara Apresiasi dan Diskusi Film, diselenggarakan oleh Komunitas Film Dimensi, Universitas Moestopo, November 2001, di Jakarta.
- Film undangan untuk acara Pemutaran Film dan Apresiasi yang diselenggarakan oleh Komunitas Film Youth Power, Universitas Jendral Soedirman, November 2001, di Purwokerto.
sinopsis
Sastro Atmodjo, adalah seorang veteran yang dulu pernah ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Di masa sekarang, disaat teman-teman seperjuangannya telah meninggalkannya, ia merasa kecewa dengan keadaan bangsanya sekarang. Ia merasa tidak sanggup lagi memperjuangkan apa yang diinginkannya.

15:50-16:35 
"Mayar"



Indonesia/2002/drama/32mins
sutradara >> Ifa Isfansyah
ide cerita >> Ifa Isfansyah
skenario >> Ifa Isfansyah

pemain
Ika Krismantari (Mayar), Adi “Koplo” Marsono (mas Agus), Ajisena (kang Sentot), Ibu Siti (Simbok Mayar)
penghargaan
- SET Award, kategori penata kamera terbaik, dalam FFVII (Festival Film Video Independen Indonesia) ke-4, tahun 2002, di Jakarta.
- SET Award, kategori penata artistic terbaik, dalam FFVII (Festival Film Video Independen Indonesia) Ke-4, tahun 2002, di Jakarta.
- film pilihan mewakili Indonesia dalam Festival Film Finlandia-Indonesia, pada tahun 2002, di Jogjakarta.
- film pilihan untuk mewakili Indonesia dalam GiVAW (Germa-Indonesian Film Award Winner) pada tahun 2003, di Jakarta.
- film pilihan untuk mewakili Indonesia dalam “Roterdam International Film Festival” pada tahun 2003, di Belanda.
- mewakili Indonesia dalam International Short Film Festival, di Hamburg, Jerman, 2003.
sinopsis
Mayar adalah seorang perempuan. Dia merupakan penduduk urban yang hidup di Jakarta Selatan. Pada tanggal 15 sampai tanggal 18 Agustus dia pulang ke kampungnya di Jogja. Ia ingin menengok ibunya. Banyak hal yang terjadi di kampungnya selama dia pulang. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk kembali menetap di Jakarta Selatan.
 

24april2004

 
13:00-14:15  "Bedjo van Derlaak "


Indonesia/2003/drama/29mins55sec
sutradara >> Eddie Cahyono
ide cerita >> Ramdhan
cerita >> Eddie Cahyono & Ifa Isfansyah
skenario >> Ifa Isfansyah

pemain

Adi Marsono (Bedjo), Sebe Emelot (Hendrik Van Derlaak), Dyah Arum Retnowati (Maryam), Arrshayu Rifkika Aurellia (Bedjo Van Derlaak)
pemutaran perdana
5 April 2003 di gedung Societeit Militer Jogjakarta.
penghargaan
Saraswati Award untuk Best Film kategori Video Student Competition, 1st Bali International Film Festival, Bali, Indonesia, 2003.
sinopsis
Indonesia 1948. Belanda melakukan agresi militer yang kedua, satu pleton pasukan Indonesia melakukan gerilya untuk sebuah misi. Di tengah perjalanan mereka diserang oleh tentara Belanda. Pertempuran terjadi. Bedjo, salah satu pejuang Indonesia, terpisah dan menemukan sebuah rumah di tengah hutan yang di dalamnya terdapat Maryam, seorang perempuan yang akan melahirkan, dan Hendrik Van Derlaak seorang tentara Belanda yang ingin menolong Maryam. Kedua tentara itu terjebak dalam suasana yang sangat sulit. Akankah ego mereka nomor-satukan?


14:40-15:15
"Air Mata Surga"


Indonesia/2002/drama/38mins44sec
sutradara >> Eddie Cahyono
ide cerita >> Eddie Cahyono
cerita >> Eddie Cahyono +
 Ifa Isfansyah


pemain

Kinanti Sekar Rahina (Dede), Armendito Sihakarya (Tonton), Dyah Arum Retnowati (Ibu Dede), Nuryanto Congo (Pak Haji), Nungki (Dewi Sri), Dwi (Amir)
pemutaran perdana
30 Maret 2002 di ruang audio-visual benteng Vredeburg, Jogjakarta.
penghargaan
- film pembuka Festival Film-Video Independen Indonesia IV, Oktober 2002 di Jakarta.
- film pembuka dalam Pesta Sinema Indonesia 2, Mei 2003, di Purwokerto.
- mewakili Indonesia pada International Short Film Festival di Hamburg, Jerman, 2003.
sinopsis
Dede dan Tonton bersahabat. Setiap Tonton bermain laying-layang, Dede selalu menemani, walaupun dia sendiri harus mempersiapkan lomba tarinya, dimana ibunya sangat berharap sekali kepada dia untuk menang. Sebuah legenda Dewi Sri dijadikan sebagai tema tariannya, karena Dede sangat mengagumi Dewi Sri. Keadaan yang tidak disengaja terjadi pada saat Dede Menemani Tonton bermain laying-layang. Perkembangan dari peristiwa yang dialami bersama Tonton itu merupakan awal bencana pada saat Dede ingin mengawali perlombaan tari. Dede yang tidak ingin mengecewakan ibunya, terus berlatih tanpa menghiraukan penderitaan yang dialaminya.
 
jika anda punya koleksi film pribadi yang ingin dipertontonkan kepada sesama pencinta film-pilihan melalui kineDUA8, silakan hubungi Farishad (Echa) Latjuba rogha@layarperak.com atau Nani Buntarian gedungdua8@cbn.net.id

<< home

kontak >>  kineDUA8