|
nonton+diskusi
Star Trek

persembahan Musyawarah Burung
pengantar diskusi serial TV Star Trek
07 Feb 04 - kineDUA8
Membicarakan Star Trek tidak hanya menyimak
pada jalan cerita atau sekadar
mengelompokkannya kepada genre tertentu, misalnya drama, atau science
fiction, dsb.
Star Trek yang digagas Gene Roddenberry adalah sebuah pertanyaan
sekaligus jawaban tentang konsep dunia yang ideal, di mana ummat manusia
tidak lagi melakukan pencarian terhadap pemenuhan kualitas diri, namun
lebih kepada memupuk kepedulian atau pemahaman terhadap dunia lain di
alam semesta ini. Bisa juga dibilang sebagai salah satu icon pop culture
setelah The Beatles dan Flower Power generation.
Konsep perdamaian di alam semesta yang penuh dengan berbagai ras alien
dsb, mengakibatkan planet Bumi dan penghuninya sendiri mau tidak mau
harus tunduk dalam percaturan jagad raya, sebab dia bukan lagi ras yang
mendominasi penduduk alam ini, walaupun barangkali, dikisahkan tampuk
pemerintahan United Federation of Planets, semacam PBBnya alam semesta
ini, berkedudukan di planet Bumi.
Contoh yang paling kecil dalam setiap episode Star Trek, nampak terlihat
dengan jelas sprit kerjasama antara fungsi dan tugas dari setiap awak
kapal yang bertugas di anjungan.
Spirit kerjasama itu, sangat nyata di dalam TOS, yakni dengan adanya
setiap ras di bumi, pilot yang berasal dari Asia, Navigator asal Russia,
petugas komunikasi asal Africa, ahli mesin dari Scotlandia dsb. Bahkan
ada ras alien, Mr. Spock dari Vulcan yang menjadi penyeimbang dikala
keputusan yang akan dan harus diambil, dilihat dari sisi logika.
Ini yang kemudian menjadi salah satu ciri khas dalam Star Trek di setiap
inkarnasinya, bahwa akan ada karakter yang diluar kebiasaan manusia pada
umumnya, melakukan semacam pencarian identitas. Spock yang setengah
Vulcan, setengah human, dimana bangsa Vulcan menekankan penuh pada aspek
logika, menyebabkan Spock berada di tengah, walaupun ia berusaha untuk
lebih berada pada sisi Vulcannya. Demikian juga dengan android Data, Odo,
maupun Tuvok.
Perdamaian bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, namun adalah
sesuatu yang harus diupayakan dengan kerja keras. Oleh karenanya boleh
dibilang impian untuk mencapai itu agak sedikit mengalami gangguan,
ketika sebuah negara digdaya menyerang negara lainnya untuk sebuah
alasan politik sempit, yang mengatasnamakan national interest.
Sumbangan Star Trek untuk kehidupan sekarang barangkali bisa dilihat
dari temuan2 teknologi, seperti telepon selular, jarum tanpa suntik,
disket, video conference dll. Bahkan dalam ilmu fisika, teknologi
berbasis Warp Speed ini bukan hal yang mustahil untuk dimulai. Begitu
juga dengan teknologi transporter, yang mengurai partikel manusia dan
memindahkannya dan kemudian menyusun partikel tersebut kembali. Padahal
dalam serial, perlu suatu cara pemindahan penumpang dari pesawat ke
sebuah planet tanpa ada adegan pendaratan pesawat karena ongkosnya akan
sangat mahal.
Ajarannya yang lain adalah ketika harus mengalahkan musuh tanpa harus
melalui pertumpahan darah dan mengeluarkan mesiu. Atau sebuah nasehat
yang bagus, bahwa berbeda tidak harus berarti salah.
Di samping itu, pandangan masyarakat umumnya akan ‘ajaran-ajaran’ yang
diperkenalkan Star Trek sehingga muncul koalisi anti perang, anti
diskriminasi ras, gender dsb. sebenarnya sindiran halus dapat dibaca,
ketika dirilis nya serial ini pada 1966, sedang terjadi perang dingin
antara Amerika dengan Uni Sovyet, yang digambarkan dalam TV digambarkan
perang dingin antara Federations dengan Klingon. Sedangkan Romulan
seperti memancing di air keruh, dalam hal ini mungkin me-refer ke Cina.
Franchise Star Trek sendiri sudah berkembang jauh dari core awalnya
sebagai serial televisi. Mulai dari bentuk derivatif produk2 Star Trek
berupa novel, buku, berbagai merchandise dsb, sampai dengan dirilisnya
Star Trek versi animasi dan layer lebar beberapa tahun kemudian.
Ini semua berkat protes atau permintaan bertubi-tubi dari kalangan
masyarakat yang menghendaki Star Trek terus diproduksi. Serial ini
sendiri harus berhenti tahun 1969, yang ironisnya beberapa saat setelah
itu, Neil Armstrong mendarat di bulan. Bahkan tahun 1979, NASA memberi
nama Enterprise untuk pesawat ulang alik pertamanya, setelah ribuan
surat fans datang untuk memintanya. Itulah legacy Enterprise yang
kemudian menjadi legenda tersendiri.
Tahun 1987, Gene Roddenberry kembali menciptakan serial baru Star Trek
dengan tidak melibatkan karakter yg terdapat pada serial pertama. Serial
ini, The Next Generation, di plot 80 tahun setelah petualangan Capt.
Kirk dkk.
Maka setelah itu, franchise ini makin bergulir, ketika diturunkan lagi,
Star Trek Deep Space Nine dan Voyager, serta serial terakhir ENTERPRISE.
Khusus yang terakhir ini, seakan ingin mengikuti jejak George Lucas atas
konsep prequelnya, dengan setting cerita
100 tahun sebelum petualangan Kirk dkk.
Salah satu hal yang menarik dari seluruh serial Star Trek ini adalah
gaya kepemimpinan. Masing-masing kapten punya gaya sendiri-sendiri
dengan style yang berbeda. Kirk dikisahkan sering melanggar aturan
karena sesuatu yang diyakininya. Picard, lebih merupakan negosiator
untuk bangsa yang menghadapi masalah, dsb.
Hal menarik lainnya adalah perjalanan waktu. Hampir setiap cerita dengan
genre science fiction, akan selalu berurusan dengan perjalanan waktu,
sampai etika yang dipegang teguh, untuk tidak mengubah sejarah. Walaupun
kecilnya perubahan itu, dampaknya akan sangat luas. Ini digambarkan pada
episode The City On The Edge of Forever, dimana Kirk harus membiarkan
wanita yang dicintainya mati, karena jika dibiarkan hidup berpeluang
untuk mengubah sejarah yang mengakibatkan NAZI menang perang.
Cross-Over. Kemungkinan untuk memunculkan tokoh dari serial yang satu ke
serial yang lainnya, adalah satu hal untuk menyenangkan para die-hard
fansnya.
Pemunculan ameo McCoy dalam episode pilot TNG, Encounter at Farpoint,
kemudian pemunculan Spock dalam Unification, Scotty dalam Relics,
dikemas secara lugas sehingga khalayak bisa menerima bahwa rentang 80
tahun bukanlah masalah. Bahkan sebuah pelajaran dapat diambil, bahwa
menjadi tua tidak selalu usang dan tidak berguna, serta menajdi manusia,
hal yang paling penting adalah merasa dibutuhkan.
Dengan alur yang dibuat sedemikian rupa sehingga mata rantai yang tidak
terputus, membuat Star Trek menjadi satu jagad raya tersendiri, bagi
para penggemarnya, yang disebut trekker (istilah ini bahkan sudah
menjadi entry di kamus Oxford).
Pengembangan bahasa Klingon, sebagai satu-satunya bahasa yang diyakini
diciptakan oleh manusia, (yang khusus diciptakan untuk kepentingan
serial dan film Star Trek) ternyata dikembangkan secara ilmiah di pusat
kajian bahasa salah satu universitas di Amerika.
Masih banyak kontribusi atau hal2 yang dimasa kini punya keterkaitan
erat dengan Star Trek yang tadinya hanya sebuah serial, ternyata memang
benar. Membuat manusia menjadi manusia, bahkan di masa depan, dimana
semua serba dibantu peralatan canggih sekalipun….,
Live Long and Prosper.
Djati Rekso Wibowo
kunjungi
startrek.com |