tukartayang film antar kolektor-film pribadi, terbuka untuk umum. home-movie collectors share their private collections of vintage movies in open, friendly gatherings.

 

 

synopsis

::kineDUA8
ruang tukar-tayang film antar kolektor-film pribadi

sabtu | saturday
07 feb 2004
galeri-Manca gedungDUA8
jl. kemang utara no.28
tel 71792049/52
(free snacks + refreshments)

masuk gratis | free admission


13:00  nonton-bareng episode-episode serial TV "Star Trek"
15:50  diskusi seputar "Star Trek" dengan Djati Rekso Wibowo


nonton+diskusi

Star Trek



persembahan Musyawarah Burung

pengantar diskusi serial TV Star Trek

07 Feb 04 - kineDUA8

Membicarakan Star Trek tidak hanya menyimak pada jalan cerita atau sekadar mengelompokkannya kepada genre tertentu, misalnya drama, atau science fiction, dsb. Star Trek yang digagas Gene Roddenberry adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban tentang konsep dunia yang ideal, di mana ummat manusia tidak lagi melakukan pencarian terhadap pemenuhan kualitas diri, namun lebih kepada memupuk kepedulian atau pemahaman terhadap dunia lain di alam semesta ini. Bisa juga dibilang sebagai salah satu icon pop culture setelah The Beatles dan Flower Power generation.

Konsep perdamaian di alam semesta yang penuh dengan berbagai ras alien dsb, mengakibatkan planet Bumi dan penghuninya sendiri mau tidak mau harus tunduk dalam percaturan jagad raya, sebab dia bukan lagi ras yang mendominasi penduduk alam ini, walaupun barangkali, dikisahkan tampuk pemerintahan United Federation of Planets, semacam PBBnya alam semesta ini, berkedudukan di planet Bumi.

Contoh yang paling kecil dalam setiap episode Star Trek, nampak terlihat dengan jelas sprit kerjasama antara fungsi dan tugas dari setiap awak kapal yang bertugas di anjungan.

Spirit kerjasama itu, sangat nyata di dalam TOS, yakni dengan adanya setiap ras di bumi, pilot yang berasal dari Asia, Navigator asal Russia, petugas komunikasi asal Africa, ahli mesin dari Scotlandia dsb. Bahkan ada ras alien, Mr. Spock dari Vulcan yang menjadi penyeimbang dikala keputusan yang akan dan harus diambil, dilihat dari sisi logika.

Ini yang kemudian menjadi salah satu ciri khas dalam Star Trek di setiap inkarnasinya, bahwa akan ada karakter yang diluar kebiasaan manusia pada umumnya, melakukan semacam pencarian identitas. Spock yang setengah Vulcan, setengah human, dimana bangsa Vulcan menekankan penuh pada aspek logika, menyebabkan Spock berada di tengah, walaupun ia berusaha untuk lebih berada pada sisi Vulcannya. Demikian juga dengan android Data, Odo, maupun Tuvok.

Perdamaian bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, namun adalah sesuatu yang harus diupayakan dengan kerja keras. Oleh karenanya boleh dibilang impian untuk mencapai itu agak sedikit mengalami gangguan, ketika sebuah negara digdaya menyerang negara lainnya untuk sebuah alasan politik sempit, yang mengatasnamakan national interest.

Sumbangan Star Trek untuk kehidupan sekarang barangkali bisa dilihat dari temuan2 teknologi, seperti telepon selular, jarum tanpa suntik, disket, video conference dll. Bahkan dalam ilmu fisika, teknologi berbasis Warp Speed ini bukan hal yang mustahil untuk dimulai. Begitu juga dengan teknologi transporter, yang mengurai partikel manusia dan memindahkannya dan kemudian menyusun partikel tersebut kembali. Padahal dalam serial, perlu suatu cara pemindahan penumpang dari pesawat ke sebuah planet tanpa ada adegan pendaratan pesawat karena ongkosnya akan sangat mahal. Ajarannya yang lain adalah ketika harus mengalahkan musuh tanpa harus melalui pertumpahan darah dan mengeluarkan mesiu. Atau sebuah nasehat yang bagus, bahwa berbeda tidak harus berarti salah.

Di samping itu, pandangan masyarakat umumnya akan ‘ajaran-ajaran’ yang diperkenalkan Star Trek sehingga muncul koalisi anti perang, anti diskriminasi ras, gender dsb. sebenarnya sindiran halus dapat dibaca, ketika dirilis nya serial ini pada 1966, sedang terjadi perang dingin antara Amerika dengan Uni Sovyet, yang digambarkan dalam TV digambarkan perang dingin antara Federations dengan Klingon. Sedangkan Romulan seperti memancing di air keruh, dalam hal ini mungkin me-refer ke Cina.

Franchise Star Trek sendiri sudah berkembang jauh dari core awalnya sebagai serial televisi. Mulai dari bentuk derivatif produk2 Star Trek berupa novel, buku, berbagai merchandise dsb, sampai dengan dirilisnya Star Trek versi animasi dan layer lebar beberapa tahun kemudian.

Ini semua berkat protes atau permintaan bertubi-tubi dari kalangan masyarakat yang menghendaki Star Trek terus diproduksi. Serial ini sendiri harus berhenti tahun 1969, yang ironisnya beberapa saat setelah itu, Neil Armstrong mendarat di bulan. Bahkan tahun 1979, NASA memberi nama Enterprise untuk pesawat ulang alik pertamanya, setelah ribuan surat fans datang untuk memintanya. Itulah legacy Enterprise yang kemudian menjadi legenda tersendiri.

Tahun 1987, Gene Roddenberry kembali menciptakan serial baru Star Trek dengan tidak melibatkan karakter yg terdapat pada serial pertama. Serial ini, The Next Generation, di plot 80 tahun setelah petualangan Capt. Kirk dkk.

Maka setelah itu, franchise ini makin bergulir, ketika diturunkan lagi, Star Trek Deep Space Nine dan Voyager, serta serial terakhir ENTERPRISE. Khusus yang terakhir ini, seakan ingin mengikuti jejak George Lucas atas konsep prequelnya, dengan setting cerita 100 tahun sebelum petualangan Kirk dkk.

Salah satu hal yang menarik dari seluruh serial Star Trek ini adalah gaya kepemimpinan. Masing-masing kapten punya gaya sendiri-sendiri dengan style yang berbeda. Kirk dikisahkan sering melanggar aturan karena sesuatu yang diyakininya. Picard, lebih merupakan negosiator untuk bangsa yang menghadapi masalah, dsb.

Hal menarik lainnya adalah perjalanan waktu. Hampir setiap cerita dengan genre science fiction, akan selalu berurusan dengan perjalanan waktu, sampai etika yang dipegang teguh, untuk tidak mengubah sejarah. Walaupun kecilnya perubahan itu, dampaknya akan sangat luas. Ini digambarkan pada episode The City On The Edge of Forever, dimana Kirk harus membiarkan wanita yang dicintainya mati, karena jika dibiarkan hidup berpeluang untuk mengubah sejarah yang mengakibatkan NAZI menang perang.

Cross-Over. Kemungkinan untuk memunculkan tokoh dari serial yang satu ke serial yang lainnya, adalah satu hal untuk menyenangkan para die-hard fansnya.

Pemunculan ameo McCoy dalam episode pilot TNG, Encounter at Farpoint, kemudian pemunculan Spock dalam Unification, Scotty dalam Relics, dikemas secara lugas sehingga khalayak bisa menerima bahwa rentang 80 tahun bukanlah masalah. Bahkan sebuah pelajaran dapat diambil, bahwa menjadi tua tidak selalu usang dan tidak berguna, serta menajdi manusia, hal yang paling penting adalah merasa dibutuhkan.

Dengan alur yang dibuat sedemikian rupa sehingga mata rantai yang tidak terputus, membuat Star Trek menjadi satu jagad raya tersendiri, bagi para penggemarnya, yang disebut trekker (istilah ini bahkan sudah menjadi entry di kamus Oxford).

Pengembangan bahasa Klingon, sebagai satu-satunya bahasa yang diyakini diciptakan oleh manusia, (yang khusus diciptakan untuk kepentingan serial dan film Star Trek) ternyata dikembangkan secara ilmiah di pusat kajian bahasa salah satu universitas di Amerika.

Masih banyak kontribusi atau hal2 yang dimasa kini punya keterkaitan erat dengan Star Trek yang tadinya hanya sebuah serial, ternyata memang benar. Membuat manusia menjadi manusia, bahkan di masa depan, dimana semua serba dibantu peralatan canggih sekalipun….,

Live Long and Prosper.

Djati Rekso Wibowo

kunjungi
startrek.com

jika anda punya koleksi film pribadi yang ingin dipertontonkan kepada sesama pencinta film-pilihan melalui kineDUA8, silakan hubungi Farishad (Echa) Latjuba rogha@layarperak.com atau Nani Buntarian gedungdua8@cbn.net.id

<< home

kontak >>  kineDUA8