|
Film Jelangkung karya
Rizal Mantovani dan Jose Purnomo menggoncangkan perfilman dan dunia
televisi di Indonesia. Sejak Jelangkung, lahirlah film-film layar
lebar yang bergenre horror seperti Tusuk Jelangkung, Peti Mati,
Kafir, dan The Soul. Sinetron dan Reality Show pun juga tak
kalah menjamur. Mulai dari Percaya Nggak Percaya, Kesurupan, Dunia
Lain, hingga Paranoid hadir.
Padahal, film horror di Indonesia bukanlah barang baru. Bahkan beberapa
teman menyatakan tidak takut dengan setan dari luar negeri seperti
Drakula dan Mumi, tetapi jauh lebih takut dengan Genderuwo, Kuntilanak,
Santet, Sundel Bolong, hingga film-film Nyai Roro Kidup dan Nyi Blorong.
Film seperti Beranak dalam Kubur juga sering disebut jika
membahas soal genre ini. Suzanna adalah orang yang pantas disebut
sebagai Ratu Horor. Kali ini Komunitas Budaya Musyawarah Burung bekerja
sama dengan KineDUA8 akan menggelar diskusi seputar film horror sebelum
Jelangkung. Sebelumnya akan diputar film Bayi Ajaib, film yang di
sebuah scene memperlihatkan munculnya tangan di WC duduk dan membuat
banyak orang waswas ketika buang air besar selama beberapa hari.
Bayi
Ajaib
(Tindra
Rengat, 1982, 100 menit)
pemain >> Rizwi Ibrahim, Rina Hasyim, Muni Cader,
WD Mochtar, Wolly Sutinah, Bokir,. Mang Diman.
Tambang intan merupakan sumber
persaingan keras antara Kosim dan Dorman. Mereka berambisi untuk
memenangkan kedudukan sebagaio lurah. Dorman yang punya darah protugis,
punya keyakinan bahwa arwah Alberto Domenique, nenek moyangnya, yang
dikubur di daerah itu akan membantu ambisinya. Sedangkan Kosim memakai
program money politics untuk meraih suara. Sementara, Sumi, istri Kosim
pernah terperosok ke kuburan Domenique dan semenjak itu kehamilan dan
sang anak menjadi aneh. Siapakah yang menjadi lurah? Bagaimana dengan
nasib keluarga Kosim, terutama sang anak yang dirasuki roh jahat? |