tukartayang film antar kolektor-film pribadi, terbuka untuk umum. home-movie collectors share their private collections of vintage movies in open, friendly gatherings.

 

 

synopsis

::kineDUA8
ruang tukar-tayang film antar kolektor-film pribadi

sabtu | saturday
03 april 2004
galeri-Manca gedungDUA8
jl. kemang utara no.28
tel 71792049/52
(free snacks + refreshments)

masuk gratis | free admission

Musyawarah Burung Mengisi Ruang kineDUA8

putar film dan diskusi:
film horor Indonesia pra-Jelangkung

presented by layarperak.com + komunitas budaya musyawarah burung


13:00  film Bayi Ajaib (Tindra Rengat, 1982, 100 menit)
14:30  diskusi "Film Horor Indonesia Pra-Jelangkung" bersama Andibachtiar Yusuf
 

Film Jelangkung karya Rizal Mantovani dan Jose Purnomo menggoncangkan perfilman dan dunia televisi di Indonesia. Sejak Jelangkung, lahirlah film-film layar lebar yang bergenre horror seperti Tusuk Jelangkung, Peti Mati, Kafir, dan The Soul. Sinetron dan Reality Show pun juga tak kalah menjamur. Mulai dari Percaya Nggak Percaya, Kesurupan, Dunia Lain, hingga Paranoid hadir.

Padahal, film horror di Indonesia bukanlah barang baru. Bahkan beberapa teman menyatakan tidak takut dengan setan dari luar negeri seperti Drakula dan Mumi, tetapi jauh lebih takut dengan Genderuwo, Kuntilanak, Santet, Sundel Bolong, hingga film-film Nyai Roro Kidup dan Nyi Blorong. Film seperti Beranak dalam Kubur juga sering disebut jika membahas soal genre ini. Suzanna adalah orang yang pantas disebut sebagai Ratu Horor. Kali ini Komunitas Budaya Musyawarah Burung bekerja sama dengan KineDUA8 akan menggelar diskusi seputar film horror sebelum Jelangkung. Sebelumnya akan diputar film Bayi Ajaib, film yang di sebuah scene memperlihatkan munculnya tangan di WC duduk dan membuat banyak orang waswas ketika buang air besar selama beberapa hari.

Bayi Ajaib
(Tindra Rengat, 1982, 100 menit)
pemain >> Rizwi Ibrahim, Rina Hasyim, Muni Cader, 
WD Mochtar, Wolly Sutinah, Bokir,. Mang Diman.

Tambang intan merupakan sumber persaingan keras antara Kosim dan Dorman. Mereka berambisi untuk memenangkan kedudukan sebagaio lurah. Dorman yang punya darah protugis, punya keyakinan bahwa arwah Alberto Domenique, nenek moyangnya, yang dikubur di daerah itu akan membantu ambisinya. Sedangkan Kosim memakai program money politics untuk meraih suara. Sementara, Sumi, istri Kosim pernah terperosok ke kuburan Domenique dan semenjak itu kehamilan dan sang anak menjadi aneh. Siapakah yang menjadi lurah? Bagaimana dengan nasib keluarga Kosim, terutama sang anak yang dirasuki roh jahat?

jika anda punya koleksi film pribadi yang ingin dipertontonkan kepada sesama pencinta film-pilihan melalui kineDUA8, silakan hubungi Farishad (Echa) Latjuba rogha@layarperak.com atau Nani Buntarian gedungdua8@cbn.net.id

<< home

kontak >>  kineDUA8