| |
|
synopsis |
::kineDUA8
ruang tukar-tayang film antar kolektor-film
pribadi
layarpendek bulanan | monthly shorts
bulanan minggu ke-2 | 2nd week
of the month at
galeri-Manca gedungDUA8
masuk gratis | free admission
presented by
layarperak.com +
gedungDUA8
|
|
03sept2004 |
19:15
"Jakarta Tempo Doeloe"
20:35 diskusi

"JAKARTA TEMPO DOELOE"
Suatu kesempatan langka untuk menyaksikan
kompilasi 'footage' (potongan-potongan film)
sepanjang 120 menit tentang kota Jakarta
di masa silam. Kumpulan footage tersebut
selama ini tersimpan di Kolonial Instituut
Leiden, Negeri Belanda. Sangat dianjurkan
terutama bagi mereka yang ingin mengenang
atau mengetahui seperti apa ibukota kita
di masa lampau.
|
|
27aug2004 |
19:15
"Syahrir"
20:15 diskusi bersama Hanung
Bramantyo
Syahrir
Indonesia/48mins/2003
sutradara >> Hanung Bramantyo
eksekutif produser >> Guruh Sukarno Putra
produser >> Garin Nugroho
skenario >> Hanung Bramantyo, Dirmawan Hatta
penata sinematografi >> Robby Herbi
musik >> Popo Fauza
pemain >> Fathurahman
synopsis
Syahrir, salah seorang founding father negeri ini, ternyata di
awal karir politiknya berangkat dari dunia panggung sandiwara yang
dikenal dengan nama Tonil 'Batovis'. Sejak dibredelnya beberapa
sandiwara yang dia tulis dan sutradarai oleh pemerintah Belanda
dengan alasan mengganggu rust en orde (keamanan dan keselamatan),
kepekaan politik Syahrir mulai tumbuh. Semenjak berkumpul dengan
mahasiswa Indonesia di Belanda, wawasan politik Syahrir semakin
digarisbawahi. Apalagi ketika Hatta, salah satu mahasiswa
Indonesia di Belanda dan rekan diskusi Syahrir mengajaknya
bergabung dalam majalah "Daulat Rakyat" yang dia pimpin,
seolah-olah memberikan wadah bagi pemikiran-pemikiran radikal
Syahrir. Sebagaimana Sukarno dan Hatta, Syahrir adalah sosok yang
tidak luput dari pembuangan dan pengasingan. Bahkan di akhir
hayatnya pun, ketika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan dan
pemerintahan Republik Indonesia memasuki usia balita, Syahrir
tetap menjadi sosok yang terus diasingkan, dianggap berseberangan
oleh pemerintahan Sukarno-Hatta, sekalipun jabatan perdana menteri
pertama di Indonesia dia sandang. Seperti di atas sebuah pentas,
lakon dramatis tidak selamanya "happy ending" sebagaimana sering
Syahrir tulis dan sutradarai. Syahrir meninggal dalam status
tahanan politik era Sukarno dan meninggal dalam pengasingan di
Swiss. Konon, menurut kisah yang tidak sempat tertulis di catatan
sejarah. Hatta sangat marah dengan Sukarno atas keputusan
pengasingan tersebut. Tapi begitulah bapak bangsa kita, Sutan
Syahrir, Dari muda hingga akhir hayat tetap menjadi seorang yang
terus diasingkan. Namanya tidak seharum Sukarno atau Hatta dalam
catatan sejarah sekolah kita. Bahkan ketika film ini selesai
dibuat, sempat terancam TIDAK AKAN TAYANG. Tapi Alhamdulillah,
pada tanggal 17 Agustus 2004, tepat jam 16.00, film tentang
Syahrir bisa tayang di Jakarta. Kini di gedungDUA8. |
|
20aug2004 |
19:15
Boneka dan Otak-Otak Goreng
20:15
Weekend In Hell
Boneka dan Otak-Otak Goreng
Indonesia/22mins/2002
sutradara >> Nana
produser >> Astryd D Savitry, Nataly, Vidi skenario: Astryd D.
Savitry penata sinematografi >> Pengky
penata kamera >> Ito
penyunting gambar >> Goeng G. Wija
musik >> Teguh
pemain >> Ari, Wati, Pak Minggu, Bu Minggu, Mbak Rose, Pok Rum,
Sanggar Anak Kapuk, Sanggar Anak Pekat
synopsis
Kisah seorang anak buruh yang tinggal di pemukiman kumuh Kapuk
Jakarta Barat. Kisah ini banyak dialami oleh buruh anak di sana.
Salah satunya bernama Ari. Ia membantu orang tuanya berjualan
otak-otak goreng.Sudah beberapa minggu ia tak sekolah karena tidak
mampu. Ari sangat malu. Ayahnya bekerja sebagaikeamanan kampung.
Ia sering memakai uang keamanan kampung untuk modal otak-otak
gorengnya. Namun, pada suatu hari ia harus mengembalikan uang
tersebut. Si ibu berpesan pada Ari supaya tidak memikirkan sekolah
dulu melainkan mencari uang untuk menggantikan uang keamanan
kampung yang telah dipakai. Di lain pihak adik Ari bernama Wati
ingin sekali memiliki sebuah boneka yang pernah ia lihat di pasar
bersama ibunya. Ari iba melihat Wati dan berjanji akan membelikan
boneka bila ada uang sisa dari hasil jualan. Di jalan, Ari letih
berjualan, ia menemukan boneka lusuh di tempat pembuangan sampah.
Boneka itu ia simpan untuk adiknya. Di tengah jalan Ari mendengar
suara teman-temannya sedang asyik bermain di sungai, Ari pun
tergoda untuk bermain. Namun saat Ari asyik bermain,
teman-temannya yang jahil memakan otak-otak goreng Ari.
Teman-teman Ari juga menertawai Ari saat mereka menemukan boneka
di baskom. Baskom berisi otak-otak pun tumpah semua ke sungai. Ari
sedih dan kabur dari rumah, takut kalau orang tuanya marah. Di
jalan ia bertemu dengan anak jalanan. Ari pun mengamen bersama
anak jalanan itu untuk mendapatkan uang, sehingga ia dapat
mengganti uang keamanan ayahnya. Ari begitu sedih saat kembali ke
rumah. Ayahnya mendapat kecelakaan karena mencarinya.Sampai ayah
Ari menghembuskan nafas terakhirnya. Kepergian ayahnya membelenggu
Ari untuk terus bekerja membantu ibunya mengamen sambil berjualan
otak-otak goreng. Sedangkan Wati senang mendapatkan boneka dari
Ari, walaupun tidak seperti boneka yang diinginkannya di pasar. Ia
terus bermain boneka tersebut sambil bermain ibu-ibuan dan
menyanggul baskom. "Otak otak….Otak-otak….!”
Weekend in Hell
Indonesia/36mins/2004
sutradara >> Syarif Syahid
penata kamera >> Farid Yamani, William Mackenzie (Vancouver Unit)
penata suara >> Farid Yamani, William Mackenzie (Vancouver Unit)
penyunting gambar >> Syarif Syahid
make-up >> Camelia
grips >> Iwan, Makdum, Achmad Fathony musik >> Kesso
interviewer >> Puan Amina
synopsis
Maret 2004, David dan Yasmin Sungkar menjajaki 'international
15/15 Film Festival' yang dimana peserta diberikan waktu 15 jam
untuk menulis, produksi dan pasca produksi sebuah film yang tidak
lebih dari 15 menit. "Weekend in Hell" adalah sebuah dokumentari
film David Sungkar yang diberi judul 'The Collector', dongeng 10
menit mengambil suasana Kota Jakarta mengenai KKN di Indonesia.
Dokumentasi ini mengemas kejadian lucu dimana lebih dari 15 jam
menjadi topik dokumentasi ini sementara peraturan mengatakan
sebaliknya.
|
13aug2004
|
20:05
putar film
20:45
diskusi
terbuka bersama Gola Gong + para tim produksi
"MIMPI SAUNI"
sutr: Rocky Yudasena
berdasarkan novel seri Rumah
Dunia: Mimpi Sauni
karya Gola Gong - Tias Tatanka
penerbit Senayan Abadi Publishing
produksi >> HARTIN CINEMA PRODUCTION
produser >> Dedeh Hartin, SH - Ahmad Sukmana
sutradara >> Rocky Yudasena
skenario >> Tias Tatanka
cameraman >> W. Danu
produser pelaksana >> Ivana, Aan
Sebuah rumah produksi bernama "Hartin
Cinema Production" (HCP) berani melawan arus. Di tengah gencarnya
sinetron bertemakan cinta remaja, hantu, dan Cinderella syndrome,
HCP memproduksi sinetron bertemakan keluarga dengan latar belakang
pendidikan, yang mengarah ke pentingnya kita membaca buku. "Setelah
'Keluarga Cemara', sinetron sejenis tidak ada lagi," kata Rocky
Yudasena, sutradara. "Sinetron ini punya peluang yang sama untuk
digemari, karena ceritanya tentang keseharian kita. Natural, deh."
MIMPI SAUNI berawal dari realitas keseharian anak-anak di Rumah
Dunia. Ini menjadi inspirasi Gola Gong dan Tias Tatanka dalam
membuat novel. Setelah itu, Sinetron "Keluarga Rumah Dunia" (KRD)
menjadi target lain untuk menggalagn dana bagi pengembangan serta
operasional Rumah Dunia. Bahkan untuk mendukung program beasiswa.
"Sudah 8 anak yagn diberi beasiswa oleh Rumah Dunia !" kata Gong.
Sinetron ini menceritakan tentang keluarga kecil pecinta buku,
yaitu Pak Surya Gemilang (35 th) dan Bu Chandra Kirana (30 th),
serta kedua anak mereka; Lintang Dinihari Menjelang (7 th) dan
Bayu Segara Biru (6 th). Keluarga ini menyebarkan tentang
pentingnya memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama lewat buku.
Di halaman belakang rumh mereka ada kebun seluas 1000m2, di mana
ditengah-tengahnya dibangun perpustakaan terbuka yang diberi nama
"Rumah Dunia". Mereka sangat prihatin dengan kondisi anak-anak di
sekitarnya, yang tertinggal dalam soal pendidikan. Mereka
mempersilahkan anak-anak di sekitarnya untuk bebas datang ke RD.
Di sela-sela pekerjaan dan keseharian serta interaksi dengan
masyarakat itulah, mereka menemukan banyak hal; cerita tentang
Sauni, anak rajin dan tekun, yang sepulang sekolah berjualan
krupuk. Keutungannya ditabung Sauni menambahi biaya sekolah. Bu
Chandra sangat suka kepada Sauni. Tapi, ayah Sauni lebih
membutuhkan uang ujtuk mencari kerja. Di sisi lain, kehadiran
Rumah Dunia tak selalu berjalan mulus. Sepasang suami-istri yang
kaya; Pak Hensom dan Bu Prety, selalu menyebarkan isu tak sedap
tentang Rumah Dunia pada masyarakat. Bahkan anak mereka, Michael,
suka bikin onar.
PEMAIN: Pak Surya diperankan Jefry Elin (Beri Aku Setangkai Bunga,
Doa Membawa Berkah), Bu Chandra dipernakan Astrid (Jendral Kancil
dan Ratu Malu), Lintang diperankan Venesa (presenter rumah Idaman),
Bayu diperankan Kevin (pendatang baru), Sauni diperankan Mekarila
Sonya (Jandral Kancil dan Ratu Malu, Pelangi Harapan, Lifeboy, Mac
Donald), Iyah diperankan Ine (Royco, Starmon), Bu Prety diperankan
Ranti (Pepsodent, Bank Danamon), Pak Hensom oleh Eric AS (Cintaku
di Rumah Susun, Doa dan Anugrah), Michael oleh Michael.
|
|
14july2004 |
19:15 "Ladies
Room"
INDONESIA / 2004 / 10'20"
/ miniDV
produser >> Angga D
Sasongko, Ginatri S Noer
sutradara >> Angga D Sasongko
skenario >> Ginatri S Noer
penata kamera >> Sukma Cahyadi, Oksy
Rahim
penyunting >> Fredy Aryanto
pemain >> Nisa Sartono, Ditta Wahab,
Sammy Bramantyo, Anggia Nasution, Melati Putri,
Yudith
20:05 "Patah"
INDONESIA / 2004 / 10'20"
/ miniDV
produser >> Angga D
Sasongko
sutradara >> Salman Aristo
skenario >> Salman Aristo
penata kamera >> Sukma Cahyadi
penata artistik >> Fadhil Patra
penyunting >> Cesa David
penata suara >> Wahyu Tri Purnomo
pemain >> Aditya Naratama, Amelya Oktavia,
Adjie Prasetyo |
|
june2004 |
|
|
14may2004 |
19:15
"2045"
oleh Andibachtiar Yusuf
20:00 "Amok"
oleh Reka Wijaya Kusuma |
|
10april2004 |
15:45 "Catatan
Ksatria "
Indonesia / 2004 / 10min / 16mm
Director >> Azhar Lubis
Screenplay >> Syamsul Hadi
Production Design >> Ranti Yustina Dewi
Director of Photography >> Fika D. Muslam
Art Director >> Bayu Christiano
Editor >> Andante
Potret tentang perseteruan hubungan kurang harmonis
antara ayah dan anak yang ingin membuktikan diri kepada ayahnya.
16:45 "4 Sisi"
Indonesia / 2004 / 11min / Betacam
Director >> Eric Sasono
Screenplay >> Eric Sasono
Producer >> Eric Sasono, Salman Aristo
Executive Producer >> Mayarita
Line Producer >> Angga D. Sasongko
Director of Photography >> Faozan Rizal
Production Design >> Hanung Bramantyo
Editor >> Cesa David Luckmansyah
Music >> Andika Satya
Cast >> Tyara Smith, Avianto Nugroho, Putra Mangan,
Dian Amaranty, Harsya Subandrio
Menceritakan seorang perempuan bernama Sisi dengan 4 sisi
kehidupannya.
Ia adalah seorang istri, tetapi di luar rumah ia memiliki
kehidupan yang lain
yang dijalaninya dengan 3 orang lain.
|
|
12march2004 |
19:00 >>
"Lingkaran"
Indonesia / 2004 / 10min / miniDV
director >> Angga D. Sasongko
producer >> Christie Augusta
(Spidol Hitam Production) - potret tentang perseteruan
antar geng yang sampai pada satu titik melibatkan
pilihan hidup masing-masing orang di dalamnya.
Dan ketika mereka harus mencari tahu akan jalan keluarnya, sesuatu
terjadi...
20:00 >> "Romantic"
Indonesia / 2003 / 12min / 16mm
director >> Robin Moran
screenplay >> Robin Moran (based on a story by Yeo Han Hwee)
producer >> Ari M. Syarif & Robin Moran
director of photography >> Faozan Rizal
production design >> Wencislaus de Rozari
editor >> Dewi S. Alibasah
music >> Bobby Surjadi
cast >> Yasha Chatab, Andhara Early, Indra Birowo, Cinzia P.R.,
Mattias Muchus, Affi Gaddaffi
(LFS Production) - Bara mengemas sebuah acara makan malam untuk
kekasih
barunya. Tidak disangka, niatnya terbaca oleh pria sang kekasih
barunya.
|
|
|
jika anda punya koleksi film pribadi yang ingin dipertontonkan kepada sesama pencinta film-pilihan melalui
kineDUA8, silakan hubungi Farishad (Echa) Latjuba
rogha@layarperak.com atau Nani Buntarian
gedungdua8@cbn.net.id |
|